Banner
Divisi Data Litbang Dikbud
Login Member
Username:
Password :
Jajak Pendapat
Bermanfaatkah Website sekolah bagi anda
Ragu-ragu
Tidak
Ya
  Lihat
Bagaimana menurut Anda tentang tampilan website ini ?
Bagus
Cukup
Kurang
  Lihat
Statistik

Total Hits : 13192
Pengunjung : 2726
Hari ini : 8
Hits hari ini : 34
Member Online : 0
IP : 54.146.206.127
Proxy : -
Browser : Opera Mini
:: Kontak Admin ::

ppws_online    yulianto_sri_utomo
Agenda
23 January 2019
M
S
S
R
K
J
S
30
31
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12
13
14
15
16
17
18
19
20
21
22
23
24
25
26
27
28
29
30
31
1
2
3
4
5
6
7
8
9

Gelombang Cinta

Tanggal : 10-12-2018 15:27, dibaca 29 kali.

Anthurium atau Gelombang Cinta termasuk tanaman dari keluarga Araceae. Tanaman berdaun indah ini masih berkerabat dengan sejumlah tanaman hias populer semacam aglaonemaphilodendron,keladi hias, dan alokasia. Dalam keluarga araceae, anthurium adalah genus dengan jumlah jenis terbanyak. Diperkirakan ada sekitar 1000 jenis anggota marga anthurium.

Tanaman ini termasuk jenis tanaman evergreen atau tidak mengenal masa dormansi. Dialam, biasanya tanaman ini hidup secara epifitdengan menempel di batang pohon. Dapat juga hidup secara terestrial di dasar hutan.

Habitat anthurium cukuplah beragam. Tanaman ini tumbuh dengan baik di lokasi yang agak teduh. Di alam, umumnya anthurium hidup pada daerah hutan tropis. Sebagian ditemukan menempel di pepohoan serta bebatuan. Tapi, ada juga yang tumbuh di tanah. Amerika Selatan adalah daerah yang mempunyai banyak species bunga anthurium. Columbia, Equador, Panama da Mexico adalah negara-negara yang terkenal jadi tempat asal sebagian besar species anthurium. Di Indonesia, anthurium bisa beradaptasi serta tumbuh dengan baik di daerah dataran rendah sampai dataran tinggi. Sekitar 500-1400 m diatas permukaan laut.

Karakteristik Bunga Anthurium

Daya tarik utama dari bunga anthurium yaitu bentuk daunnya yang indah, unik, serta bervariasi. Daun umumnya berwarna hijau tua dengan urat serta tulang daun besar dan menonjol. Sehingga menjadikan sosok tanaman ini nampak kekar tapi tetap memancarkan keanggunan saat dewasa. Tak heran jika tanaman ini mempunyai kesan mewah serta eksklusif. Di waktu lalu, anthurium banyak jadi hiasan taman serta istana kerajaan-kerajaan di Jawa. Yang Konon, dipuja menjadi tanaman para raja.

Keindahaan daun anthurium yang eksotik bisa dinikmati di dalam ruangan. Tanaman ini memang menyukai lokasi teduh dan tak terkena langsung cahaya matahari. Bunga Anthurium akan tampak prima ditempat-tempat teduh ataupun dibawah naungan. Bila terkena cahaya matahari yang berlebihan, daun-daunnya bisa hangus terbakar. Dan ditandai dengan perubahan warna menjadi kuning agak coklat. Kebutuhan sinar matahari yang pas untuk tanaman anthurium sekitar 30 sampai 60%. Suhu lingkungan yang digemari oleh tanaman anthurium adalah sekitar 14 sampai 28°C. Sementara kelembaban idealnya yang dibutuhkan adalah sekitar 80 sampai 90%. Kondisi demikian dapat membuat anthurium tumbuh dengan maksimal, seperti daun mulus serta batang bisa tumbuh tegak.

Media Tanam Bunga Anthurium

Untuk Media pertumbuhan anthurium  dibedakan menjadi 2 macam, yaitu medium tumbuh untuk persemaian serta untuk tanaman dewasa. Media tumbuh bunga anthurium terdiri dari campuran humus, pupuk kandang serta pasir kali. Humus ataupun tanah hutan serta pupuk kandang yang sudah jadi diayak dengan ukuran ayakan 1 cm. Kemudian untuk pasir kali di ayak dengan ukuran ayakan 3 mm. Humus, pupuk kandang serta pasir kali yang sudah di ayak, dicampur dengan perbandingan 5 : 5 : 2. Sedangkan untuk persemaian, medium tumbuh butuh disterilkan dengan langkah mengukus selama satu jam. Selain tanah, Tanaman Anthurium suka media lain. Misalnya tanaman Anthurium yaitu media yang porous berupa campuran arang sekam serta pakis cacah. Tujuannya supaya akar-akar dari Anthurium ini mudah untuk tumbuh serta menyebar.

Budidaya Tanaman Anthurium biasanya baik dilakukan di daerah dataran rendah yang memerlukan bangunan dengan atap naungan paranet 60 hingga 70%. Untuk dataran sedang memakai naungan paranet 50%. Sedang untuk dataran tinggi bisa digunakan atap paranet 25%. Bila cahaya terlalu banyak, daun akan menguning dan juga kering, sebaliknya bila cahaya kurang daun nampak lemas serta pucat, serta daun dan juga tangkainya cenderung memanjang.

Lokasi :
Depan Ruang Guru SMP N 2 Baturraden


Sumber : Wikipedia



Pengirim :
Kembali ke Atas
Artikel Lainnya :
Silahkan Isi Komentar dari tulisan artikel diatas
Nama
E-mail
Komentar

Kode Verifikasi
                

Komentar :


   Kembali ke Atas